Model OSI
Ketika keuntungan dari komputer
networking pertama muncul, satu tantangan untuk melaksanakannya yaitu
kekurangan standarisasi diantara pembuatan hardware dan software. Kebanyakan
solusi networking dalam waktu yakni kesopanan dalam alaminya, membuatnya susah
untuk mencampur solusi komputer dari perusahaan yang berbeda. Untuk
memasukkannya kedalam sebuah bahasa sehari-hari, semuanya telah “melakukan yang
mereka sendiri kerjakan.” Ketika hal tersebut merupakan slogan populer dan
pendekatan dari waktu ke waktu, hal tersebut bukanlah situasi yang baik untuk
networking.
Dua referensi model dikembangkan untuk
mengalamatkan situasi yang didiskusikan ini. Model yang mana International
Organization for Standardization (ISO) buat merupakan fokus primer dari
chapter. Referensi model lainnya, sebuah Department of Defense (DoD), atau
Transmission Control Protocol/Internet Protocol (TCP/IP), singkatnya
didiskusikan sebagai point dari perbandingan. Harus diingat bahwa hal tersebut
merupakan model satu-satunya, dan sebagian komponen dari model berevolusi
berbeda dalam dunia nyata dari pandangan aslinya. Akan tetapi, mereka tentu
melayani alasan dari pembangunan fondasi biasanya yang dihasilkan dalam sebuah
interoperabilitas yang memberikan kita network yang sehat untuk saat ini.
Pemahaman Application
Layer
Application
layer (layer 7)
yaitu dimana proses enkapsulasi dimulai. Hal ini dimana tatap muka user
bersamaan dengan model dengan bekerja melalui sebuah layanan atau aplikasi yang
mereka gunakan. Informasi pada layer ini spesifik terhadap layanan atau
aplikasi yang meminta sebuah informasi untuk dikirim ke device lainnya.
Contohnya protocol yang mengoperasikan pada layer ini yaitu Hypertext Transfer
Protocol (HTTP). Ini digunakan untuk mengirim halaman web melalui network.
Application data yang ada pada layer ini dalam kasus tersebut yaitu Hypertext
Markup Language (HTML) document, dan kita akan menganggapnya secara umum
sebagai data. Aplikasi data yang terenkapsulasi dapat juga berupa Portable
Document Format (PDF) atau Microsoft Word document. Ini dapat berupa text dari
sebuah email atau Microsoft Excel spreadsheet juga. Contoh lainnya dari
protocol yang beroperasi pada layer ini yakni Domain Name System (DNS) queries,
File Transfer Protocol (FTP) transfer, dan Simple Mail Transfer Protocol (SMTP)
email transfer.
Pemahaman Presentation Layer
Presentation
layer, sering
disebut sebagai layer 6, bertanggung jawab dengan sikap dalam data yang mana
dari Application layer pada sumber device tersebut diwakilkan (atau dihadirkan)
ke Application layer pada device yang dituju. Jika segala terjemahan diantara
fomat dibutuhkan, Presentation layer yang akan melakukan hal tersebut. Contoh
yang bagus dari hal ini terjadi ketika data terenkripsi; layer ini menjamin
bahwa data yang dihadirkan ke application yang dituju dapat dibaca dan
dimengerti.
Enkripsi
Enkripsi
mengacak sebuah data
sehingga tidak dapat dibaca jika dibajak. Ketika enkripsi dilakukan, hanya
device yang dituju memiliki kemampuan untuk men-dekripsi data tersebut.
- Encryption/decryption
Contoh lainnya yaitu compression. Proses compression
mengeliminasi informasi yang berlebihan sehingga data tersebut memiliki ukuran
yang lebih kecil. Ketika sebuah data datang pada tujuan, data yang berlebihan
tersebut akan ditambahkan kembali kedalam. Proses ini diilustrasikan dalam Gambar dibawah.
- Compression
Jika data yang sampai telah di-compress, Presentation layer
menjamin kalau ini akan di-uncompress sebelum pergi ke Application layer.
Pembalikkan dari dua proses tersebut juga benar. Jika data sampai dari
Application layer dan harus dienkripsi atau di-compress, Presentation layer
akan melakukan hal tersebut.
Enkripsi-Dimana Hal
Ini Dilakukan?
Walaupun enkripsi dapat diselesaikan
pada Presentation layer seperti yang dideskribsikan sebelumnya, hal ini juga
dapat dikerjakan pada Data-Link layer (akan dibicarakan nanti). Dimana enkripsi
mempengaruhi jumlah dari informasi yang di-enkripsi. Jika proses ini dikerjakan
pada Presentation layer, hanya datanya saja yang ter-enkripsi. Jika dikerjakan
pada Data-Link layer, seluruh paket akan ter-enkripsi. Pada beberapa kasus, hal
ini diperlukan untuk “menyembunyikan” beberapa informasi mengenai data yang terdapat
pada layer lainnya. Jika hal tersebut masalahnya, enkripsi akan dikerjakan pada
Presentation layer.
Presentation layer menyelesaikan
pekerjaannya dengan cara menambahkan informasi ke paket yang akan digunakan
pada penerimaan terakhir untuk membuat banyak format translation yang
dibutuhkan. Informasi ini akan pergi “ke depan” pada data dari sebuah
Application layer, dan paket yang dihasilkan akan diserahkan ke Session layer.
Ketika Session layer menerima paket ini, dia akan menganggap seluruh paket menjadi
data tanpa memerhatikan dirinya dengan informasi spesifik yang ditambahkan oleh
layer atas juga.
Ketika membicarakan depan dan belakang
dari paket informasi ini, depan merupakan informasi yang mana device tujuan
akan menerimanya pertama kali, dan belakang yaitu yang mana akan menerimanya
terakhir.
Pemahaman Session
Layer
Session layer, sering disebut sebagai
layer 5, bertanggung jawab untuk mengkordinasi pertukaran informasi diantara
layer 7 aplikasi atau layanan yang sedang digunakan. Dalam contoh sebelumnya
dari web page, Session layer akan mengatur sebuah session diantara browser pada
sumber komputer dan browser pada komputer yang dituju.
Session layer memulai, mengatur, dan
mengakhiri sebuah sesi diantara sebuah aplikasi. Hal ini penting agar jelas bahwa
hal ini tidak berarti mengatur sesi
diantara sebuah komputer. Hal tersebut terjadi pada tingkatan berbeda. Sesi ini
membangun dan menutup setelah sesi
fisik diantara komputer telah terjadi. Untuk mencapai tujuan ini, session layer
menambah informasi yang berhubungan untuk mengatur sesi “didepan” dari sebuah
informasi ini diterima dari Presentation layer. Seperti yang semua layer
lakukan, hal ini melingkupi seluruh informasi dari atas sebagai data dan tidak
memikirkan dirinya dengan spesifik informasi yang ditambahkan pada layer 7 dan
6.
Application Layer
dalam TCP/IP Model
Pada point ini, saya harus menunjuk
bahwa segala aktifitas yang telah terjadi sekian jauh seperti yang diproseskan
dalam OSI Model berlangsung pada sebuah single Application Layer dari sebuah
TCP/IP model.
Pemahaman Transport
Layer
Sebaliknya Session layer mengatur sesi
diantara aplikasi pada sumber komputer dan sebuah aplikasi pada komputer yang
dituju, sebuah Transport layer
bertanggung jawab untuk mengidentifikasi aplikasi kepada komputer yang dituju.
Dia melakukan hal ini dengan menggunakan apa yang disebut port number. Sebuah port number telah distandarisasikan sehingga
tak akan ada kebingungan akannya.
Pada contoh web page, Transport layer
akan menggunakan sebuah port number dikerjakan ke sebuah HTTP protocol, yang
mana merupakan port 80. Gambar dibawah
menggambarkan bagaimana sebuah server berperan sebagai Telnet, FTP, dan web
(HTTP) server akan menggunakan port number yang dikerjakan kepada Telnet, FTP,
dan web service (port 23, 21, dan 80, berturut-turut) untuk berkomunikasi
dengan komputer yang berbeda serta meminta service yang berbeda.
Port Number
Jenis port yang sedang didiskusikan
disini bukanlah port fisik akan tetapi sebuah software port. Komputer mampu menggunakan
hingga 65,535 port. Port number 1 hingga 1,023 disebut sebagai port lazim, karena mereka telah
distandarisasikan. Port number 1,024 hingga 49,151 tersedia untuk
ter-registrasi oleh pembuat software yang berguna sebagai indentitas diantara
ujung network dari aplikasi mereka. Hal tersebut harus ter-registrasi dengan
Internet Assigned Numbers Authority (IANA). Nomor 49,152 hingga 65,535 disebut
sebagai dynamic ports dan digunakann
secara acak oleh komputer.
OSI model yang mana sebenarnya
dibayangkan tidaklah terikat pada setiap set khusus dari metode komunikasi
Transport layer. Tiap networking protocol dapat memiliki perlengkapannya
sendiri pada proses transmission yang beroprasi pada level tertentu dari sebuah
model, termasuk Transport layer. Karena TCP/IP menjadi standar untuk Internet
dan kemudian untuk LAN juga, kita akan memfokuskan perhatian kita pada protocol
dalam TCP/IP suite. Tetapi networking protocol suite lainnya seperti
Internetwork Packet Exchange/Sequenced Packet Exchange (IPX/SPX, Novell’s
propriety networking protocol) juga memiliki mekanisme Tranport layer-nya
sendiri. Hal ini merupakan sejarah jejak kaki, lagipula, karena semua sistem
operasi (termasuk Novell) sekarang menggunakan TCP/IP.
Ada dua protocol dalam TCP/IP suite
yang mana beroperasi pada Transport layer: TCP dan User Datagram Protocol
(UDP). Hasilnya, port number hadir dalam dua tipe, bergantung pada Transport
layer protocol yang mana sedang digunakan. Protocol yang mana digunakan untuk
transmisi khusus bergantung pada tipe dari pengiriman yang dibutuhkan. Hal ini
bukanlah sebuah pilihan yang tersedia untuk anda sebagai user. Pilihan dibuat
untuk anda berdasarkan pada tipe dari transmisi.
Terdapat tiga tipe dari transmisi dalam
network: unicast, broadcast, dan multicast.
Unicast ketika single source host
sedang mengirim informasi untuk single destination host, hal ini disebut
unicast. Yang juga dikenal sebagai satu-untuk-satu.
Broadcast ketika single host sedang
mengirim informasi kepada seluruh host lainnya pada network, hal ini disebut
broadcast. Yang juga dikenal sebagai satu-untuk-banyak.
Multcast ketika single host sedang
mengirim transmisi untuk beberapa, tetapi tidak semuanya, dari sebuah host pada
network, hal ini disebut multicast. Hal ini juga dikenal sebagai
satu-untuk-beberapa.
Jenis-jenis
Transmisi
Ketika sebuah transmisi baik broadcast atau multicast (yang
mana berarti dalam kedua kasus, multiple destination host semuanya terlibat),
protocol yang digunakan yaitu UDP.
Ketika sebuah transmisi berupa unicast
(satu-ke-satu), protocol yang digunakan yaitu TCP. Karakteristik dari dua
protocol ini sangatlah berbeda. Akan tetapi untuk sekarang, memahami bahwa
Transport layer mengidentifikasi Transport layer protocol dan port number.
Port
number TCP dan UDP
Untuk mencapai tujuannya dari
mengidentifikasi sebuah Transport layer protocol dan port number, Transport
layer menambahkan sebuah port number dan tipe “di depan” dari sebuah informasi
yang diperoleh dari Session layer. Contohnya, dia akan menambahkan TCP 23 untuk mengindikasi Telnet, karena
Telnet menggunakan TCP protocol dan port 23. Sebagaimana semua layer lakukan,
hal tersebut mempertimbangkan informasi dari atas sebagai data dan tak
menyibukkan dirinya dengan spesifik informasi yang ditambahkan pada layer 5, 6,
dan 7.
Pemahaman Network
Layer
Network layer bertanggung jawab untuk
mengidentifikasi alat yang dituju melalui identifikasi logikalnya. Logika
identifikasi tersebut, ketika kita mendiskusikan TCP/IP, yang disebut dengan IP
address.
IP
address
merupakan nomor unik yang membedakan sebuah host dari semua device lainnya pada
network. Hal ini didasarkan pada penomoran sistem yang memungkinkan untuk
komputer (dan router) untuk mengidentifikasi apakah device yang dituju berada
pada local network atau remote network.
Local vs. Remote
Jika source dan host tujuan berada pada
network yang sama, device tujuan dianggap berada pada local network. Jika dua
komputer berada pada network yang berbeda, device tujuan dianggap berada pada
remote network. Yang dimaksud local dan remote dari sebuah IP addressing
standpoint.
Protocol dalam TCP/IP suite yang
mengidentifikasi IP address dari tujuan dan menambahkan informasinya kedalam
paket disebut sebagai Internet Protocol
(IP).
Proses yang digunakan IP untuk
mengidentifikasi sebuah IP address dapat bervariasi.
Untuk mencapai tujuannya, Network layer
menambahkan sebuah IP address “di depan” dari sebuah informasi yang diterimanya
dari Transport layer. Sebagaimana seluruh layer melakukannya, dengan menganggap
seluruh informasi dari atas sebagai data dan tanpa menyibukkan dirinya sendiri
dengan informasi spesifik yang ditambahkan pada layers 4, 5, 6, dan 7.
Pemahaman Data-Link
Layer
Data-Link layer bertanggung jawab untuk meng-konversi
logical identifier (dalam kasus dari TCP/IP, dan IP address) kepada physical
identifier. Tipe spesifik dari Data-Link identifier bergantung pada Data-Link
protocol yang dipakai. Untuk Ethernet, identifier ini disebut sebagai Media
Access Control (MAC) address. Yang diaplikasikan kedalam network adaptor oleh
produsen ketika pembuatannya.
Ethernet dan 802.3
Ethernet secara luas dipakai dalam
teknologi networking yang beroperasi baik Physical dan Data-Link layers dari
model OSI. Ethernet mungkin merupakan teknologi yang akan anda jumpai karena
digunakan dalam hampir seluruh LAN. 802.3 merupakan standard yang
men-spesifikasikan bagaimana Ethernet bekerja jadi yang mana seluruh
implementasi dari Ethernet merupakan sama dan oleh sebab itu juga kompatible.
802.3 dan kelompok lain dari keluarga 802.xx.
Pemahaman Physical Layer
Physical Layer bertanggung jawab untuk mentransmisikan media jaringan, sinkronisasi dan arsitektur jaringan. Layer ini akan bekerja bagaimana kelangsungan hidup sebuah topologi jaringan dengan mendefinisikan unit kerja link (Wired dan Wireless) seperti kabel ataupun sinyal WIFI. Perangkat yang bekerja pada layer ini selain link adalah NIC atau Network Interface Card.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar