Rabu, 02 September 2015

Tugas Jaringan Komputer IF-37-11 (Group 5) Lanjutan

Model OSI

Ketika keuntungan dari komputer networking pertama muncul, satu tantangan untuk melaksanakannya yaitu kekurangan standarisasi diantara pembuatan hardware dan software. Kebanyakan solusi networking dalam waktu yakni kesopanan dalam alaminya, membuatnya susah untuk mencampur solusi komputer dari perusahaan yang berbeda. Untuk memasukkannya kedalam sebuah bahasa sehari-hari, semuanya telah “melakukan yang mereka sendiri kerjakan.” Ketika hal tersebut merupakan slogan populer dan pendekatan dari waktu ke waktu, hal tersebut bukanlah situasi yang baik untuk networking.




Dua referensi model dikembangkan untuk mengalamatkan situasi yang didiskusikan ini. Model yang mana International Organization for Standardization (ISO) buat merupakan fokus primer dari chapter. Referensi model lainnya, sebuah Department of Defense (DoD), atau Transmission Control Protocol/Internet Protocol (TCP/IP), singkatnya didiskusikan sebagai point dari perbandingan. Harus diingat bahwa hal tersebut merupakan model satu-satunya, dan sebagian komponen dari model berevolusi berbeda dalam dunia nyata dari pandangan aslinya. Akan tetapi, mereka tentu melayani alasan dari pembangunan fondasi biasanya yang dihasilkan dalam sebuah interoperabilitas yang memberikan kita network yang sehat untuk saat ini.

Pemahaman Application Layer

Application layer (layer 7) yaitu dimana proses enkapsulasi dimulai. Hal ini dimana tatap muka user bersamaan dengan model dengan bekerja melalui sebuah layanan atau aplikasi yang mereka gunakan. Informasi pada layer ini spesifik terhadap layanan atau aplikasi yang meminta sebuah informasi untuk dikirim ke device lainnya. Contohnya protocol yang mengoperasikan pada layer ini yaitu Hypertext Transfer Protocol (HTTP). Ini digunakan untuk mengirim halaman web melalui network. Application data yang ada pada layer ini dalam kasus tersebut yaitu Hypertext Markup Language (HTML) document, dan kita akan menganggapnya secara umum sebagai data. Aplikasi data yang terenkapsulasi dapat juga berupa Portable Document Format (PDF) atau Microsoft Word document. Ini dapat berupa text dari sebuah email atau Microsoft Excel spreadsheet juga. Contoh lainnya dari protocol yang beroperasi pada layer ini yakni Domain Name System (DNS) queries, File Transfer Protocol (FTP) transfer, dan Simple Mail Transfer Protocol (SMTP) email transfer.

Pemahaman Presentation Layer

Presentation layer, sering disebut sebagai layer 6, bertanggung jawab dengan sikap dalam data yang mana dari Application layer pada sumber device tersebut diwakilkan (atau dihadirkan) ke Application layer pada device yang dituju. Jika segala terjemahan diantara fomat dibutuhkan, Presentation layer yang akan melakukan hal tersebut. Contoh yang bagus dari hal ini terjadi ketika data terenkripsi; layer ini menjamin bahwa data yang dihadirkan ke application yang dituju dapat dibaca dan dimengerti.

Enkripsi


Enkripsi mengacak sebuah data sehingga tidak dapat dibaca jika dibajak. Ketika enkripsi dilakukan, hanya device yang dituju memiliki kemampuan untuk men-dekripsi data tersebut.
  • Encryption/decryption
Contoh lainnya yaitu compression. Proses compression mengeliminasi informasi yang berlebihan sehingga data tersebut memiliki ukuran yang lebih kecil. Ketika sebuah data datang pada tujuan, data yang berlebihan tersebut akan ditambahkan kembali kedalam. Proses ini diilustrasikan dalam Gambar dibawah.
  • Compression

Jika data yang sampai telah di-compress, Presentation layer menjamin kalau ini akan di-uncompress sebelum pergi ke Application layer. Pembalikkan dari dua proses tersebut juga benar. Jika data sampai dari Application layer dan harus dienkripsi atau di-compress, Presentation layer akan melakukan hal tersebut.

Enkripsi-Dimana Hal Ini Dilakukan?


Walaupun enkripsi dapat diselesaikan pada Presentation layer seperti yang dideskribsikan sebelumnya, hal ini juga dapat dikerjakan pada Data-Link layer (akan dibicarakan nanti). Dimana enkripsi mempengaruhi jumlah dari informasi yang di-enkripsi. Jika proses ini dikerjakan pada Presentation layer, hanya datanya saja yang ter-enkripsi. Jika dikerjakan pada Data-Link layer, seluruh paket akan ter-enkripsi. Pada beberapa kasus, hal ini diperlukan untuk “menyembunyikan” beberapa informasi mengenai data yang terdapat pada layer lainnya. Jika hal tersebut masalahnya, enkripsi akan dikerjakan pada Presentation layer.
Presentation layer menyelesaikan pekerjaannya dengan cara menambahkan informasi ke paket yang akan digunakan pada penerimaan terakhir untuk membuat banyak format translation yang dibutuhkan. Informasi ini akan pergi “ke depan” pada data dari sebuah Application layer, dan paket yang dihasilkan akan diserahkan ke Session layer. Ketika Session layer menerima paket ini, dia akan menganggap seluruh paket menjadi data tanpa memerhatikan dirinya dengan informasi spesifik yang ditambahkan oleh layer atas juga.
Ketika membicarakan depan dan belakang dari paket informasi ini, depan merupakan informasi yang mana device tujuan akan menerimanya pertama kali, dan belakang yaitu yang mana akan menerimanya terakhir.

Pemahaman Session Layer

Session layer, sering disebut sebagai layer 5, bertanggung jawab untuk mengkordinasi pertukaran informasi diantara layer 7 aplikasi atau layanan yang sedang digunakan. Dalam contoh sebelumnya dari web page, Session layer akan mengatur sebuah session diantara browser pada sumber komputer dan browser pada komputer yang dituju.
Session layer memulai, mengatur, dan mengakhiri sebuah sesi diantara sebuah aplikasi. Hal ini penting agar jelas bahwa hal ini tidak berarti mengatur sesi diantara sebuah komputer. Hal tersebut terjadi pada tingkatan berbeda. Sesi ini membangun dan menutup setelah sesi fisik diantara komputer telah terjadi. Untuk mencapai tujuan ini, session layer menambah informasi yang berhubungan untuk mengatur sesi “didepan” dari sebuah informasi ini diterima dari Presentation layer. Seperti yang semua layer lakukan, hal ini melingkupi seluruh informasi dari atas sebagai data dan tidak memikirkan dirinya dengan spesifik informasi yang ditambahkan pada layer 7 dan 6.

Application Layer dalam TCP/IP Model

Pada point ini, saya harus menunjuk bahwa segala aktifitas yang telah terjadi sekian jauh seperti yang diproseskan dalam OSI Model berlangsung pada sebuah single Application Layer dari sebuah TCP/IP model.

Pemahaman Transport Layer

Sebaliknya Session layer mengatur sesi diantara aplikasi pada sumber komputer dan sebuah aplikasi pada komputer yang dituju, sebuah Transport layer bertanggung jawab untuk mengidentifikasi aplikasi kepada komputer yang dituju. Dia melakukan hal ini dengan menggunakan apa yang disebut port number. Sebuah port number telah distandarisasikan sehingga tak akan ada kebingungan akannya.
Pada contoh web page, Transport layer akan menggunakan sebuah port number dikerjakan ke sebuah HTTP protocol, yang mana merupakan port 80. Gambar dibawah menggambarkan bagaimana sebuah server berperan sebagai Telnet, FTP, dan web (HTTP) server akan menggunakan port number yang dikerjakan kepada Telnet, FTP, dan web service (port 23, 21, dan 80, berturut-turut) untuk berkomunikasi dengan komputer yang berbeda serta meminta service yang berbeda.

Port Number

Jenis port yang sedang didiskusikan disini bukanlah port fisik akan tetapi sebuah software port. Komputer mampu menggunakan hingga 65,535 port. Port number 1 hingga 1,023 disebut sebagai port lazim, karena mereka telah distandarisasikan. Port number 1,024 hingga 49,151 tersedia untuk ter-registrasi oleh pembuat software yang berguna sebagai indentitas diantara ujung network dari aplikasi mereka. Hal tersebut harus ter-registrasi dengan Internet Assigned Numbers Authority (IANA). Nomor 49,152 hingga 65,535 disebut sebagai dynamic ports dan digunakann secara acak oleh komputer.
OSI model yang mana sebenarnya dibayangkan tidaklah terikat pada setiap set khusus dari metode komunikasi Transport layer. Tiap networking protocol dapat memiliki perlengkapannya sendiri pada proses transmission yang beroprasi pada level tertentu dari sebuah model, termasuk Transport layer. Karena TCP/IP menjadi standar untuk Internet dan kemudian untuk LAN juga, kita akan memfokuskan perhatian kita pada protocol dalam TCP/IP suite. Tetapi networking protocol suite lainnya seperti Internetwork Packet Exchange/Sequenced Packet Exchange (IPX/SPX, Novell’s propriety networking protocol) juga memiliki mekanisme Tranport layer-nya sendiri. Hal ini merupakan sejarah jejak kaki, lagipula, karena semua sistem operasi (termasuk Novell) sekarang menggunakan TCP/IP.
Ada dua protocol dalam TCP/IP suite yang mana beroperasi pada Transport layer: TCP dan User Datagram Protocol (UDP). Hasilnya, port number hadir dalam dua tipe, bergantung pada Transport layer protocol yang mana sedang digunakan. Protocol yang mana digunakan untuk transmisi khusus bergantung pada tipe dari pengiriman yang dibutuhkan. Hal ini bukanlah sebuah pilihan yang tersedia untuk anda sebagai user. Pilihan dibuat untuk anda berdasarkan pada tipe dari transmisi.
Terdapat tiga tipe dari transmisi dalam network: unicast, broadcast, dan multicast.
Unicast ketika single source host sedang mengirim informasi untuk single destination host, hal ini disebut unicast. Yang juga dikenal sebagai satu-untuk-satu.
Broadcast ketika single host sedang mengirim informasi kepada seluruh host lainnya pada network, hal ini disebut broadcast. Yang juga dikenal sebagai satu-untuk-banyak.
Multcast ketika single host sedang mengirim transmisi untuk beberapa, tetapi tidak semuanya, dari sebuah host pada network, hal ini disebut multicast. Hal ini juga dikenal sebagai satu-untuk-beberapa.

Jenis-jenis Transmisi
Ketika sebuah transmisi baik broadcast atau multicast (yang mana berarti dalam kedua kasus, multiple destination host semuanya terlibat), protocol yang digunakan yaitu UDP.
Ketika sebuah transmisi berupa unicast (satu-ke-satu), protocol yang digunakan yaitu TCP. Karakteristik dari dua protocol ini sangatlah berbeda. Akan tetapi untuk sekarang, memahami bahwa Transport layer mengidentifikasi Transport layer protocol dan port number.

Port number TCP dan UDP
Untuk mencapai tujuannya dari mengidentifikasi sebuah Transport layer protocol dan port number, Transport layer menambahkan sebuah port number dan tipe “di depan” dari sebuah informasi yang diperoleh dari Session layer. Contohnya, dia akan menambahkan TCP 23 untuk mengindikasi Telnet, karena Telnet menggunakan TCP protocol dan port 23. Sebagaimana semua layer lakukan, hal tersebut mempertimbangkan informasi dari atas sebagai data dan tak menyibukkan dirinya dengan spesifik informasi yang ditambahkan pada layer 5, 6, dan 7.

Pemahaman Network Layer

Network layer bertanggung jawab untuk mengidentifikasi alat yang dituju melalui identifikasi logikalnya. Logika identifikasi tersebut, ketika kita mendiskusikan TCP/IP, yang disebut dengan IP address.
IP address merupakan nomor unik yang membedakan sebuah host dari semua device lainnya pada network. Hal ini didasarkan pada penomoran sistem yang memungkinkan untuk komputer (dan router) untuk mengidentifikasi apakah device yang dituju berada pada local network atau remote network.

Local vs. Remote

Jika source dan host tujuan berada pada network yang sama, device tujuan dianggap berada pada local network. Jika dua komputer berada pada network yang berbeda, device tujuan dianggap berada pada remote network. Yang dimaksud local dan remote dari sebuah IP addressing standpoint.
Protocol dalam TCP/IP suite yang mengidentifikasi IP address dari tujuan dan menambahkan informasinya kedalam paket disebut sebagai Internet Protocol (IP).
Proses yang digunakan IP untuk mengidentifikasi sebuah IP address dapat bervariasi.
Untuk mencapai tujuannya, Network layer menambahkan sebuah IP address “di depan” dari sebuah informasi yang diterimanya dari Transport layer. Sebagaimana seluruh layer melakukannya, dengan menganggap seluruh informasi dari atas sebagai data dan tanpa menyibukkan dirinya sendiri dengan informasi spesifik yang ditambahkan pada layers 4, 5, 6, dan 7.

Pemahaman Data-Link Layer

Data-Link layer bertanggung jawab untuk meng-konversi logical identifier (dalam kasus dari TCP/IP, dan IP address) kepada physical identifier. Tipe spesifik dari Data-Link identifier bergantung pada Data-Link protocol yang dipakai. Untuk Ethernet, identifier ini disebut sebagai Media Access Control (MAC) address. Yang diaplikasikan kedalam network adaptor oleh produsen ketika pembuatannya.

Ethernet dan 802.3


Ethernet secara luas dipakai dalam teknologi networking yang beroperasi baik Physical dan Data-Link layers dari model OSI. Ethernet mungkin merupakan teknologi yang akan anda jumpai karena digunakan dalam hampir seluruh LAN. 802.3 merupakan standard yang men-spesifikasikan bagaimana Ethernet bekerja jadi yang mana seluruh implementasi dari Ethernet merupakan sama dan oleh sebab itu juga kompatible. 802.3 dan kelompok lain dari keluarga 802.xx.


Pemahaman Physical Layer

Physical Layer bertanggung jawab untuk mentransmisikan media jaringan, sinkronisasi dan arsitektur jaringan. Layer ini akan bekerja bagaimana kelangsungan hidup sebuah topologi jaringan dengan mendefinisikan unit kerja link (Wired dan Wireless) seperti kabel ataupun sinyal WIFI. Perangkat yang bekerja pada layer ini selain link adalah NIC atau Network Interface Card.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar